I.
PENGERTIAN HARAPAN
Harapan
berasal dari kata harap yaitu keinginan supaya sesuatu terjadi atau sesuatu
terjadi atau suatu yang belum terwujud. Harapan dapat diartikan sebagai
menginginkan sesuatu yang dipercayai dan dianggap benar dan jujur oleh setiap
manusia dan agar harapan dapat tercapai diperlukan kepercayaan kepada diri
sendiri, kepercayaan kepada orang lain dan tentunya kepercayaan kepada Tuhan
Yang Maha Esa.
Contoh: Darto
seorang mahasiswa Universitas Gunadarma fakultas psikologi, ia belajar
dengan rajin dengan harapan agar sewaktu ujian semester ia memperoleh
nilai A.
Menurut
kodratnya dalam diri manusia terdapat dua dorongan, yaitu dorongan kodrat serta
dorongan kebutuhan hidup. Menurut Abraham Maslow kebutuhan hidup manusia dibagi
menjadi 5, yaitu;
1. Harapan untuk
memperoleh kelangsungan hidup
2. Harapan untuk
memperoleh keamanan
3. Hak untuk
mencintai dan dicintai
4. Harapan diterima
lingkungan
5. Harapan
memperoleh perwujudan cita-cita
Dalam mencukupi kebutuhan kodrat
maupun kebutuhan, manusia membutuhkan orang lain.
Harapan dalam
kehidupan manusia merupakan cita-cita, keinginan,penantian,kerinduan supaya
sesuatu itu terjadi.aDalammenantikan adanya sesuatu yang terjadi dan
diharapkan, manusia melibatkamanusia lain atau kekuatan lain diluar dirinya
supaysesuatu terjad, selain hasil usahanya yang telah di lakukan dan ditunggu
hasilnya.Jadi, yang diharapkan itu adalah hasil
jerih payah dirinya dan bantuan kekuatan lain.Bahkan harapan itu tidak
berrsifat egosentris,berbeda dengan keinginan yang menurut kodratnya bersifat
egosentris, usahanya ialah memiliki(Gabriel Marcel,1889-1973).Harapan tertuju
kepada “Engkau”,sedangkan keinginan kepada “Aku”.Harapan itu ditujukan kepada
orang lain atau kepada Tuhan.Keinginan itu untuk kepentingan dirinya meskipun
pemenuhan keinginan itu melalui itu melalui pemenuhan keinginan orang
lain.Misalnya melakukan perbuatan sodaqoh kepada orang lain:orang lain
terpenuhi keinginannya,dan seekaligus orang yang sodaqoh juga terrpenuhi
keinginannya,yaitu sewaktu berbuat baik kepada orang lain.
Menurut
macamnya ada harapan yang optimis dan ada harapan yang pesimistis(tipis
harapan).Harapan yang optimis artinya sesuatu yang akan terjadi itu sudah memberikan tanda-tandayang
dapat di analisis secara rasional ,bahwa sesuatu yang akan terjadi
bakal muncul.Dalam harapan yang pesimistis ada tanda-tanda rasional tidak bakal
tejadi.
Harapani tu
ada karna manusia hidup.Manusia hidup penuh dengan dinamikanya,penuh dengan
keinginannya aau kemauannya.harapan untuk setiap orang berbeda-beda
kadarnya.Orang yang bewawasan luas
,harapannyapun akan luas.Demikian pula orang yang wawwasan berpikirnya
sempit, maka akan sempit pula harapannya.Kepribadian seseorang juga dapat
menentukan dan mengontrol dan menentukanjenis macam dan besar kecilnya harapan
tersebut.bila kepribadian seseorang kuat,jenis danbesarnya harapan akan berbeda
deng an orang yang kepribadiannya
lemah.Kepribadianyang kuat akan
mengontrol harapan seefektif dan seefesien mungkin sehinga tidak merugikan bagi
dirinya atau bagi orang lai, untuk masakini atau untuk masa depan bagi masa
didunia atau masa di akhirat kelak.
Harapan
seseorang juga di tentukan oleh kiprah usaha atau bekerja kerasnya
seseorang.Orang yang bekerja keras akan mempunyai harapan yang besar.Untuk
memperoleh harapan yang besar,tetapi
kemampuannya kurang,biasanya disertai dengan bantuan unsur dalam yaitu berdoa.
.
II.
HARAPAN SEBAGAI FENOMENA NASIONAL
Artinya
harapan adalah sesuatu yang wajar berkembang dalam diri manusia dimanapun
berada. Mengutip pandangan dan teori A.F.C. Wallace dalam bukunya culture and
personality, menegaskan bahwa kebutuhan merupakan salah satu isi pokok dari
unsur kepribadian yang merupakan sasaran dari kehendak, harapan, keinginan,
serta emosi seseorang. Kebutuhan individu dapat dapat dijabarkan lebih lanjut
menjadi:
1. Kebutuhan
Organik Individu :
a. Kebutuhan
individu bernilai positif.
b. Kebutuhan
individu bernilai negatif.
2. Kebutuhan
psikologi individu :
a. Kebutuhan
psikologi individu bersifat positif
III.
MANUSIA DAN HARAPAN
Harapan itu
bersifat manusiawi dan berhak dimiliki semua orang. Manusia tidak bisa terlepas
dari harapan. Harapan adalah bagian hidup dari manusia. Manusia yang tidak memiliki
harapan sama saja seperti orang yang mati. Harapan adalah awal menuju tujuan
hidup manusia yang bermacam-macam.
Jika manusia mengingat bahwa kehidupan tidak hanya di dunia
saja namun di akhirat juga, maka sudah selayaknya “harapan” manusia untuk hidup
berikutnya ditempat tersebut juga akan mendapatkan kebahagiaan. Dengan begitu
manusia dapat menyelaraskan kehidupan antara dunia dan akhirat dan selalu
berharap bahwa “hari esok lebih baik dari pada hari ini dan menjadikan masa
lalu sebagai cermin untuk meraih masa depan yang lebih baik”, namun kita harus
sadar bahwa harapan tidak selamanya menjadi kenyataan.
IV. HARAPAN TERAKHIR
Menurut Aristoteles, kehidupan ini berasal dari generatio
spontanea, artinya kehidupan itu terjadi dengan sendirinya. Aristoteles pada
zamannya belum sampai pada pemikiran bahwa segala sesuatu yang ada di bumi dan
jagad raya ini berasal dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Manusia
memiliki kebutuhan jasmani, diperoleh dengan mencukupi kebutuhan hidup yang
bersifat kebendaan, sedangkan kebutuhan rohaninya dicukupi dengan hal-hal yang
sifatnya rohani, khususnya keagamaan. Ada manusia yang dalam pandangan hidupnya
hanya ingin memuaskan kehidupan duniawi sehingga manusia tersebut hanyalah
memuaskan diri pada semua kenikmatan jasmaninya. Ada pula manusia yang
pandangan hidupnya justru sebaliknya. Agama Islam mengajarkan manusia tidak
hanya mengejar kebutuhan yang bersifat duniawi saja, tetapi juga bersifat
ukhrowi (kehidupan akhirat).
Semakin tinggi kesadaran kehidupan beragama seseorang, maka
semakin yakinlah mereka, bahwa semua manusia akhirnya akan meninggal dan
kembali kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Dunia yang serba gemerlap akan
ditinggalkan dan akan hidup di dalam akhirat yang abadi.
Bagi orang atheis dengan pandangan matrealistis, mereka
tidak percaya akan adanya Tuhan. Bagi mereka mati bukan karena rohnya kembali
kepada Tuhan, tetapi karena jantungnya berhenti berdenyut. Sebaliknya, bagi
yang percaya pada Tuhan, meyakini bahwa seseorang yang meniggal akan kembali
kepada asalnya, yaitu Tuhan.
Dengan pengetahuan dan pengertian agama tentang kehidupan
abadi setelah orang meninggal, manusia menjalankan ibadahnya. Ia menjalankan
perintah Tuhan melalui agama, dan menjauhi larangan-Nya. Manusia menjalankan
hal itu karena sadar sebagai makhluk kecil yang tidak akan berdaya terhadap
kekuasaan Tuhan. Kehidupan dunia yang sifatnya sementara dikalahkan demi
kehidupan abadi di akhirat karena tahu bagaimana beratnya siksaan di neraka dan
bagaimana bahagianya di surga. Kebaikan di surga yang abadi inilah yang
merupakan harapan terkhir manusia.
V. Keberhasilan
dan Kegagalan
1. Konsep Keberhasilan
Keberhasilan adalah pencapaian hasil
usaha seseorang berdasarkan kemampuan yang dimilikinya. Untuk memenuhi standar
keberhasilan individual (individual welfare), setiap orang harus meningkatkan
kemampuannya masing-masing, baik dari segi skill, professional dan pendidikan,
sehingga ketika kemampuan yang dimiliki setiap individual telah memadai, maka
terciptalah individual welfare.Apabila keberhasilan individu telah tercapai dan
berkembang di kalangan banyak orang, dan menyejahterakan masyarakat luas , maka
disebutlah sebagai keberrhasilan masyarakat
(social welfare).
2. Faktor Pendukung Keberhasilan
Untuk menuju keberhasilan,
factor-faktor pendukungnya sangat banyak antara lain
a. Kemeauan kerja keras, jujur,
disiplin, dan idealisme
b. Keahlian dan professional
dibidangnya
c. Fasilitas
d. Perencanaan yang baik dan seempurna
e. Tujuan sebagai ukuran keberhasilan
Keberhasilan memiliki dua kemungkinan yaitu semu dan nyata
,keberhasilan nyata adalah sebagai berikut:
a. mensejahterakan individu dan
masyarakat luas
b. menciptakan keseimbangan
,keselarasan dan kesarasian dengan alam lingkungan
3. Dampak Keberhasilan
Keberhasilan mempunyai dua dampak
yaitu positif dan negatif:
-
Dampak
Positif
a. Pemantapan percaya diri karena
adanya kemampuan
b. Mempertebal iman
c. Penghargaan pada harkat dan martabat
manusia
d. Pengembangan IPTEK
e. Kemakmurandan keadilan masyarakat
-
Dampak
Negatif
a. Takabbur
b. Individualism
c. Sombong
d. Memperlemah iman
e. Tidak adil
4. Kegagalan dan Dampaknya
Kegagalan adah adalah usaha yang
tidak mencapi tujuan yang ditetapkan .Kegagalan itu ada dua yaitunyata dan
semu.Kegagalan nyata adalah kegagalan
yang tanpa hasil sama sekali.Kegagalan semu adalah kegagalan tapi masih memiliki hasil yang tidak sempurna.
Dampak positif kegagalan:
a. Dasar untuk mengoreksi diri
b. Peringatan bahwa ada yang lebih kuasa yaitu Tuhan
c. Dasar untuk membangkitkan
kreatifitas mengatasi kegagalan
d. Pendorong perjuangan masa depan
Dampak neegatif Kegagalan
a. Frustasi / Putus asa
b. Rendah Diri
c. memperlemah Iman
d. Murtad/Bunuh diri
V1. KESIMPULAN
Berdasarkan paparan diatas dapat di simpulkan bahwa dalaam
hubungan manusia dengan harapan dan keberhasilan sangat erat keterkaitannya,
keinginan supaya terwujdnya sesuatu yang belum terjadi,sesuatu yang hendak kita
raih terpampang dimuka dan selalu diringi dengan usaha serta berdoa kepada sang
pencipta agar di berikan kemudahan Dlam
mewujudkan harapan.Harapan adalah sesuatu yang hendak kita raih.Jadi hidup
tanpa harapan adalah sama saja dengan
hidup tanpa visi dan misi,akan terombang ambing dilautan kehidupan.
DAFTAR PUSTAKA
I.http//harun
37.wordpress.com/2010/10/21manusia dan- harapan-kelompok/
2.http:odarockisthebest.blogspot.com/2011/03/makalah-manusia-harapan.html
3.Buku
“ILMU BUDAYA DASAR”oleh IR.DRS.M.MUNANDAR SULAIMAN
PENRBIT
REFIKA ADITAMA BANDUNG 1998
No comments:
Post a Comment