Monday, December 22, 2014

MAKALAH ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR

I.          PENGERTIAN HARAPAN
Harapan berasal dari kata harap yaitu keinginan supaya sesuatu terjadi atau sesuatu terjadi atau suatu yang belum terwujud. Harapan dapat diartikan sebagai menginginkan sesuatu yang dipercayai dan dianggap benar dan jujur oleh setiap manusia dan agar harapan dapat tercapai diperlukan kepercayaan kepada diri sendiri, kepercayaan kepada orang lain dan tentunya kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Contoh: Darto seorang mahasiswa Universitas Gunadarma fakultas psikologi, ia belajar  dengan rajin dengan harapan agar sewaktu ujian semester ia memperoleh nilai A.
Menurut kodratnya dalam diri manusia terdapat dua dorongan, yaitu dorongan kodrat serta dorongan kebutuhan hidup. Menurut Abraham Maslow kebutuhan hidup manusia dibagi menjadi 5, yaitu;
1.   Harapan untuk memperoleh kelangsungan hidup
2.   Harapan untuk memperoleh keamanan
3.   Hak untuk mencintai dan dicintai
4.   Harapan diterima lingkungan
5.   Harapan memperoleh perwujudan cita-cita
Dalam mencukupi kebutuhan kodrat maupun kebutuhan, manusia membutuhkan orang lain.
Harapan dalam kehidupan manusia merupakan cita-cita, keinginan,penantian,kerinduan supaya sesuatu itu terjadi.aDalammenantikan adanya sesuatu yang terjadi dan diharapkan, manusia melibatkamanusia lain atau kekuatan lain diluar dirinya supaysesuatu terjad, selain hasil usahanya yang telah di lakukan dan ditunggu hasilnya.Jadi, yang diharapkan itu adalah hasil  jerih payah dirinya dan bantuan kekuatan lain.Bahkan harapan itu tidak berrsifat egosentris,berbeda dengan keinginan yang menurut kodratnya bersifat egosentris, usahanya ialah memiliki(Gabriel Marcel,1889-1973).Harapan tertuju kepada “Engkau”,sedangkan keinginan kepada “Aku”.Harapan itu ditujukan kepada orang lain atau kepada Tuhan.Keinginan itu untuk kepentingan dirinya meskipun pemenuhan keinginan itu melalui itu melalui pemenuhan keinginan orang lain.Misalnya melakukan perbuatan sodaqoh kepada orang lain:orang lain terpenuhi keinginannya,dan seekaligus orang yang sodaqoh juga terrpenuhi keinginannya,yaitu sewaktu berbuat baik kepada orang lain.
Menurut macamnya ada harapan yang optimis dan ada harapan yang pesimistis(tipis harapan).Harapan yang optimis artinya sesuatu yang akan  terjadi itu sudah memberikan tanda-tandayang dapat di  analisis secara  rasional ,bahwa sesuatu yang akan terjadi bakal muncul.Dalam harapan yang pesimistis ada tanda-tanda rasional tidak bakal tejadi.
Harapani tu ada karna manusia hidup.Manusia hidup penuh dengan dinamikanya,penuh dengan keinginannya aau kemauannya.harapan untuk setiap orang berbeda-beda kadarnya.Orang yang bewawasan luas  ,harapannyapun akan luas.Demikian pula orang yang wawwasan berpikirnya sempit, maka akan sempit pula harapannya.Kepribadian seseorang juga dapat menentukan dan mengontrol dan menentukanjenis macam dan besar kecilnya harapan tersebut.bila kepribadian seseorang kuat,jenis danbesarnya harapan akan berbeda deng an orang yang kepribadiannya
lemah.Kepribadianyang kuat akan mengontrol harapan seefektif dan seefesien mungkin sehinga tidak merugikan bagi dirinya atau bagi orang lai, untuk masakini atau untuk masa depan bagi masa didunia atau masa di akhirat kelak.
Harapan seseorang juga di tentukan oleh kiprah usaha atau bekerja kerasnya seseorang.Orang yang bekerja keras akan mempunyai harapan yang besar.Untuk memperoleh harapan  yang besar,tetapi kemampuannya kurang,biasanya disertai dengan bantuan unsur dalam yaitu berdoa.
.
II.         HARAPAN SEBAGAI FENOMENA NASIONAL
Artinya harapan adalah sesuatu yang wajar berkembang dalam diri manusia dimanapun berada. Mengutip pandangan dan teori A.F.C. Wallace dalam bukunya culture and personality, menegaskan bahwa kebutuhan merupakan salah satu isi pokok dari unsur kepribadian yang merupakan sasaran dari kehendak, harapan, keinginan, serta emosi seseorang. Kebutuhan individu dapat dapat dijabarkan lebih lanjut menjadi:
1.      Kebutuhan Organik Individu :
a.       Kebutuhan individu bernilai positif.
b.      Kebutuhan individu bernilai negatif.
2.      Kebutuhan psikologi individu :
a.       Kebutuhan psikologi individu bersifat positif
III.       MANUSIA DAN HARAPAN
Harapan itu bersifat manusiawi dan berhak dimiliki semua orang. Manusia tidak bisa terlepas dari harapan. Harapan adalah bagian hidup dari manusia. Manusia yang tidak memiliki harapan sama saja seperti orang yang mati. Harapan adalah awal menuju tujuan hidup manusia yang bermacam-macam.
Jika manusia mengingat bahwa kehidupan tidak hanya di dunia saja namun di akhirat juga, maka sudah selayaknya “harapan” manusia untuk hidup berikutnya ditempat tersebut juga akan mendapatkan kebahagiaan. Dengan begitu manusia dapat menyelaraskan kehidupan antara dunia dan akhirat dan selalu berharap bahwa “hari esok lebih baik dari pada hari ini dan menjadikan masa lalu sebagai cermin untuk meraih masa depan yang lebih baik”, namun kita harus sadar bahwa harapan tidak selamanya menjadi kenyataan.

IV.       HARAPAN TERAKHIR
Menurut Aristoteles, kehidupan ini berasal dari generatio spontanea, artinya kehidupan itu terjadi dengan sendirinya. Aristoteles pada zamannya belum sampai pada pemikiran bahwa segala sesuatu yang ada di bumi dan jagad raya ini berasal dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Manusia memiliki kebutuhan jasmani, diperoleh dengan mencukupi kebutuhan hidup yang bersifat kebendaan, sedangkan kebutuhan rohaninya dicukupi dengan hal-hal yang sifatnya rohani, khususnya keagamaan. Ada manusia yang dalam pandangan hidupnya hanya ingin memuaskan kehidupan duniawi sehingga manusia tersebut hanyalah memuaskan diri pada semua kenikmatan jasmaninya. Ada pula manusia yang pandangan hidupnya justru sebaliknya. Agama Islam mengajarkan manusia tidak hanya mengejar kebutuhan yang bersifat duniawi saja, tetapi juga bersifat ukhrowi (kehidupan akhirat).
Semakin tinggi kesadaran kehidupan beragama seseorang, maka semakin yakinlah mereka, bahwa semua manusia akhirnya akan meninggal dan kembali kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Dunia yang serba gemerlap akan ditinggalkan dan akan hidup di dalam akhirat yang abadi.
Bagi orang atheis dengan pandangan matrealistis, mereka tidak percaya akan adanya Tuhan. Bagi mereka mati bukan karena rohnya kembali kepada Tuhan, tetapi karena jantungnya berhenti berdenyut. Sebaliknya, bagi yang percaya pada Tuhan, meyakini bahwa seseorang yang meniggal akan kembali kepada asalnya, yaitu Tuhan.
Dengan pengetahuan dan pengertian agama tentang kehidupan abadi setelah orang meninggal, manusia menjalankan ibadahnya. Ia menjalankan perintah Tuhan melalui agama, dan menjauhi larangan-Nya. Manusia menjalankan hal itu karena sadar sebagai makhluk kecil yang tidak akan berdaya terhadap kekuasaan Tuhan. Kehidupan dunia yang sifatnya sementara dikalahkan demi kehidupan abadi di akhirat karena tahu bagaimana beratnya siksaan di neraka dan bagaimana bahagianya di surga. Kebaikan di surga yang abadi inilah yang merupakan harapan terkhir manusia.
V.        Keberhasilan dan Kegagalan
1.      Konsep Keberhasilan
Keberhasilan adalah pencapaian hasil usaha seseorang berdasarkan kemampuan yang dimilikinya. Untuk memenuhi standar keberhasilan individual (individual welfare), setiap orang harus meningkatkan kemampuannya masing-masing, baik dari segi skill, professional dan pendidikan, sehingga ketika kemampuan yang dimiliki setiap individual telah memadai, maka terciptalah individual welfare.Apabila keberhasilan individu telah tercapai dan berkembang di kalangan banyak orang, dan menyejahterakan masyarakat luas , maka disebutlah sebagai keberrhasilan masyarakat  (social welfare).
2.      Faktor Pendukung Keberhasilan
Untuk menuju keberhasilan, factor-faktor pendukungnya sangat banyak antara lain
a.       Kemeauan kerja keras, jujur, disiplin, dan idealisme
b.      Keahlian dan professional dibidangnya
c.       Fasilitas
d.      Perencanaan yang baik dan seempurna
e.       Tujuan sebagai ukuran keberhasilan
Keberhasilan memiliki dua kemungkinan yaitu semu dan nyata ,keberhasilan nyata adalah sebagai berikut:
a.       mensejahterakan individu dan masyarakat luas
b.      menciptakan keseimbangan ,keselarasan dan kesarasian dengan alam lingkungan
3.      Dampak Keberhasilan
Keberhasilan mempunyai dua dampak yaitu positif dan negatif:
-          Dampak Positif
a.       Pemantapan percaya diri karena adanya kemampuan
b.      Mempertebal iman
c.       Penghargaan pada harkat dan martabat manusia
d.      Pengembangan IPTEK
e.       Kemakmurandan keadilan  masyarakat
-          Dampak Negatif
a.       Takabbur
b.      Individualism
c.       Sombong
d.      Memperlemah iman
e.       Tidak adil
4.      Kegagalan dan Dampaknya
Kegagalan adah adalah usaha yang tidak mencapi tujuan yang ditetapkan .Kegagalan itu ada dua yaitunyata dan semu.Kegagalan nyata adalah  kegagalan yang tanpa hasil sama sekali.Kegagalan semu adalah kegagalan tapi masih  memiliki hasil yang tidak sempurna.
Dampak positif kegagalan:
a.       Dasar untuk mengoreksi diri
b.      Peringatan  bahwa ada yang lebih kuasa yaitu  Tuhan
c.       Dasar untuk membangkitkan kreatifitas mengatasi kegagalan
d.      Pendorong  perjuangan masa depan
Dampak neegatif Kegagalan
a.       Frustasi / Putus asa
b.      Rendah Diri
c.       memperlemah  Iman
d.      Murtad/Bunuh diri





V1. KESIMPULAN
Berdasarkan paparan diatas dapat di simpulkan bahwa dalaam hubungan manusia dengan harapan dan keberhasilan sangat erat keterkaitannya, keinginan supaya terwujdnya sesuatu yang belum terjadi,sesuatu yang hendak kita raih terpampang dimuka dan selalu diringi dengan usaha serta berdoa kepada sang pencipta  agar di berikan kemudahan Dlam mewujudkan harapan.Harapan adalah sesuatu yang hendak kita raih.Jadi hidup tanpa harapan adalah sama saja dengan  hidup tanpa visi dan misi,akan terombang ambing dilautan kehidupan.













DAFTAR PUSTAKA
I.http//harun 37.wordpress.com/2010/10/21manusia dan- harapan-kelompok/
2.http:odarockisthebest.blogspot.com/2011/03/makalah-manusia-harapan.html
3.Buku “ILMU BUDAYA DASAR”oleh IR.DRS.M.MUNANDAR SULAIMAN
PENRBIT REFIKA ADITAMA BANDUNG 1998


No comments:

Post a Comment