Monday, December 22, 2014

MAKALAH FIQH IBADAH WUDLU, MANDI, DAN TAYAMMUM

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Seperti yang telah kita ketahui bahwasannya salah satu syarat sahnya shalat, dan beberapa ibadah lainnya seperti thawaf adalah suci dari hadats, baik kecil maupun besar. Dan beberapa cara untuk mensucikan diri dari hadats tersebut antara lain dengan cara ; Wudlu, Tayammum, dan Mandi. Dalam hal hal ini, tidak banyak diantara umat islam sendiri yang faham tata cara pengerjaannya atau tahu tata caranya, tapi masih salah dalam prakteknya.
Maka dari itu, kelompok kami ingin mempelajari dan membahas beberapa permasalahan yang berkenaan dengan wudlu, tayammum, dan mandi, beserta tata cara dan pemraktekannya.
                 
B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah pengertian wudlu, dan bagaimanakah bunyi dari dalil yang mensyariatkan perintah mengerjakan wudlu ?
2.      Apa saja syarat, rukun, sunnah, dan hal hal yang membatalkan wudlu ?
3.      Apakah pengertian Mandi , dan bagaimanakah bunyi dari dalil yang mensyariatkan perintah mandi besar ?
4.      Apa saja hal hal yang mengharuskan seseorang untuk mandi ?
5.      Kapankah waktu waktu dianjurkan kepada seseorang untuk mandi ?
6.      Apa saja rukun, dan sunnah mandi ?
7.      Apakah pengertian tayammum, dan bagaimanakah bunyi dari dalil yang mensyariatkan perintah mengerjakan tayammum ?
8.      Apa saja sebab, syarat, rukun, sunnah, dan hal hal yang membatalkan tayammum ?
9.      Apa yang dimaksud dengan sah, batal, syarat, dan rukun?



C.    Tujuan
1.      Mengetahui pengertian dan dalil diwajibkannya wudlu.
2.      Mengetahui syarat, rukun, sunnah, dan hal hal yang membatalkan wudlu.
3.      Mengetahui pengertian mandi, dan dalil diwajibkannya mandi.
4.      Mengetahui hal hal yang menyebabkan seseorang harus mandi.
5.      Mengetahui waktu waktu dianjurkannya mandi.
6.      Mengetahui rukun, dan sunnah sunnah mandi.
7.      Mengetahui pengertian tayammum, dan dalil diwajibkannya tayammum.
8.      Mengetahui sebab musabbab, syarat, rukun, sunnah, dan hal hal yang membatalkan tayammum.
9.      Mengetahui pengertian sah, batal, syarat, dan rukun.

D.    Manfaat
Dapat mengetauhi dan mempraktekkan tata cara mengerjakan wudlu, mandi besar, dan tayammum. Serta mengetahui aturan aturan yang ada di dalam bab bersuci ini.

 BAB II
PEMBAHASAN

1.      Wudlu
A.    Pengertian Wudlu
Wudlu adalah salah satu cara mensucikan diri dari hadats kecil dengan menggunakan air sesuai dengan aturan aturan dan ketentuan tertentu.

B.     Dalil disyariatkannya Wudlu
1.      Firman Allah dalam surat Al-Maidah ayat 6 :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ
Artinya :
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki.
2.      Hadits Rasulullah SAW :
عن أبي هريرة رضي الله عنه أنّ النبيّ صلّى الله عليه وسلّم قال : " لَا يُقْبَلُ  صَلَاةُ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ " رواه الشيخان و أبو داود  والترميذى
Artinya :
Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda :
“ Tidak diterima shalat seseorang diantara kalian apabila dia berhadats, sampai dia berwudlu “ HR Syaikhaani , Abu Daud, dan Tirmidzi.




C.    Syarat – Syarat Wudlu
Syarat syarat wudlu dibagi menjadi 2 bagian;
1.      Syarat wajib wudlu,yaitu syarat yang mewajibkan seseorang untuk berwudlu.
a.       Islam
b.      Baligh
c.       Mumayyiz
2.      Syarat Sah Wudlu
a.       Air yang digunakan suci
b.      Tidak terdapat penghalang yang menghalangi sampainya air ke kulit
c.       Suci dari haid

D.    Rukun Wudlu
1.      Niat
2.      Membasuh seluruh wajah
3.      Membasuh kedua tangan sampai siku
4.      Mengusap sebagian kepala
5.      Membasuh kedua kaki sampai kedua mata kaki
6.      Tertib

E.     Sunnah Wudlu
1.      Membaca basmalah
2.      Membasuh tangan sampai pergelangan terlebih dahulu
3.      Berkumur kumur
4.      Membersihkan hidung
5.      Menyela janggut yang tebal
6.      Mendahulukan anggota tubuh yang kanan dari pada yang kiri
7.      Mengusap seluruh kepala
8.      Mengusap kedua telinga
9.      Menyela jari tangan dan jari kaki
10.  Membasuh anggota wudlu sebanyak 3 kali
11.  Berturut turut dalam membasuh
12.  Berdo’a setelah berwudlu
F.     Hal – Hal yang Membatalkan Wudlu
1.      Adanya sesuatu yang keluar dari perut melalui dua lubang ( Qubul & Dubur )
2.      Tidur , kecuali dengan posisi duduk yang tetap
3.      Hilang akal sebab gila, pingsan, mabuk, dsb.
4.      tersentuhnya kemaluan dengan telapak tangan
5.      Tersentuhnya kulit laki laki dengan perempuan yang bukan muhrimnya

2.      Mandi ( Menghilangkan  Hadats Besar )
A.    Pengertian Mandi (Besar)
     Mandi besar atau mandi junub adalah mandi dengan menggunakan air yang suci dan bersih dengan mengalirkan air tersebut ke seluruh tubuh dari ujung kepala ke ujung kaki dengan tujuan membersihkan diri dari hadats besar.

B.     Dalil disyariatkannya Wudlu
Al – Maidah ayat 6
" وَإِنْ كُنتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا "
Artinya :
“ Jika kamu dalam keadaan junub, maka bersucilah “

C.    Hal hal yang Mewajibkan Mandi Besar
1. Jima’
2. Keluarnya mani
3. Haid
4. Nifas
5. Setelah melahirkan
6. Meninggal Dunia

D.    Waktu Dianjurkannya Mandi
1. Ketika hendak shalat jum’at
2. Ketika hendak shalat hari raya
3. Ketika hendak shalat gerhana
4. Ketika hendak shalat istisqa’
5. Setelah memandikan jenazah
6. Ketika baru masuk Islam
7. Ketika sadar dari pingsan, mabuk atau gila
8. Ketika hendak ihram
9. Ketika tubuh kita kotor

E.     Rukun Mandi
1. Niat. Artinya dia sengaja mandi untuk menghilangkan hadats besar karena allah
2. Menghilangkan najis yang ada di badan
3. Meratakan air ke seluruh tubuh beserta rambut rambutnya

F.     Sunnah Mandi
1. Membaca basmalah
2. Berwudlu sebelum mandi
3. Menggosok badan dengan tangan
4. Menyela nyela pada rambut yang tebal
5. Mentigakalikan dalam membasuh
6. Berturut turut
7. Mendahulukan anggota badan yang kanan dari pada yang kiri


3.      Tayammum
A.    Pengertian Tayammum
Tayammum  adalah salah satu cara bersuci sebagai ganti wudlu atau mandi apabila berhalangan memakai air.

B.     Dalil Disyariatkannya Tayammum
Al-Maidah ayat 6 ;
وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ 

Artinya :
“ Jika kamu dalam keadaan sakit,atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau menyentuh perempuan,maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci), usaplah wajahmu dan tanganmu dengan debu itu.”

C.    Sebab – Sebab Diperbolehkannya Tayammum
1.      Tidak ada air
2.      Sakit yang tidak boleh kena air

D.    Syarat Tayammum
1.      Adanya udzur yang membolehkan tayammum
2.      Telah dating waktu shalat
3.      Mencari air terlebih dahulu bagi yang sebabnya tidak ada air
4.      Dengan debu yang suci

E.     Rukun Tayammum
1.      Niat , sengaja bertayammum agar syah shalatnya
2.      Mengusap muka
3.      Mengusap kedua tangan sampai siku
4.      Tertib

F.     Sunnah Tayammum
1.      Membaca basmalah
2.      Mendahulukan anggota yang kanan
3.      Menipiskan debu di telapak tangan
4.      Berturut turut
G.    Yang membatalkan Tayammum
1.      Semua yang membatalkan wudlu
2.      Melihat air bagi yang sebabnya tidak ada air
3.      Murtad atau kafir
Sesudah tayammum boleh mengerjakan shalat fardlu sekali saja, dan seterusnya boleh mengerjakan shalat sunnah berkali kali, apabila hendak shalat fardlu lagi, wajib bertayammum lagi.

H.    Cara Mengerjakan Tayammum
1.      Mencari debu yang suci
2.      Membaca basmalah
3.      Berniat
4.      Menepukkan kedua belah telapak tangan ke atas debu
5.      Mengusapkan tangan yang berdebu ke muka seperti dalam berwudlu
6.      Menepuk kedua tangan sekali lagi ke atas debu
7.      Mengusap telapak tangan kiri ke tangan kanan sampai dengan siku dan telapak tangan kanan ke telapak tangan kiri, sampai siku pula.

·         Sah, Batal, Syarat, dan Rukun
1.      Sah adalah cukup syarat dan rukunnya dan betul.
2.      Batal adalah tidak cukup syarat dan rukunnya, atau tidak sah
3.      Syarat adalah sesuatu yang harus dipenuhi dan dikerjakan, tapi ia bukan bagian dari pekerjaan itu.
4.      Rukun adalah bagian pokok dari suatu pekerjaan.





BAB III
KESIMPULAN

Beberapa ibadah yang disyariatkan dalam agama islam seperti shalat dan thawaf harus dilakukan dalam keadaan suci dari hadats, dan cara cara mensucikan diri dari hadats tersebut adalah dengan cara berwudlu dan mandi besar yang menggunakan air, akan tetapi apabila ada sebab tertentu seperti sakit atau tidak adanya air, maka boleh diganti dengan tayammum, yaitu bersuci dengan menggunakan debu. Hal ini diperbolehkan  dalam Islam karena Allah menginginkan kemudahan bagi hambanya dan tidak menginginkan kesusahan bagi hambanya pula.
Di dalam melaksanakan wudlu, mandi besar, dan tayammum terdapat syarat syarat dan rukun rukun tertentu yang harus kita penuhi dan kita kerjakan, karena apabila kita meninggalkan salah satu rukunnya, maka bersuci kita tidak akan sah. Sehingga ibadah shalat ataupun thawaf yang kita kerjakan juga menjadi tidak sah. Maka dari itu , penting bagi kita untuk mengetahui dan mempraktekkan tata cara bersuci yang benar agar keseluruhan ibadah kita juga sah.


Daftar Pustaka
Zarkasyi, Imam. Pelajaran Fiqh 1. Trimurti Press
Atsqalani, Ibnu Hajar. Terjemah Bulughul Maram. Mutiara Ilmu

No comments:

Post a Comment