Kembang
Desa Si Anak Paranormal
(Oleh:Murti
Adha Sari)
***
Rambutnya yang hitam panjang, matanya yang indah, hidungnya
yang mancung,
bibirnya yang tipis kemerahan, tubuhnya yang langsing, kulitnya yang putih bersih, begitu sempurna gadis ini di ciptakan oleh yang maha
sempurna. Rus adalah anak kedua dari tiga bersaudara, ia adalah anak yang paling dimanja dan disayang oleh
kedua orang tuanya dibandingkan dengan saudaranya yang lain, sejak kecil Rus memang mendapat perlakuan berbeda dengan
kakak dan adiknya,. Rus mendapat julukan kembang desa di
kampungnya.
Ayahnya yang merupakan paranormal terkenal sering
memberikan hasil bayaran dari pasiennya untuk membelikan barang-barang yang Rus
inginkan. Begitupun dengan ibunya, hasil
dagangan ibunya selalu disisihkan sebagian untuk membelikan kebutuhan Rus.
Sedangkan adik perempuannya hanya mendapatkan
barang-barang bekas yang sudah tidak dipakai oleh Rus, adik perempuan Rus yang bernama Ratna itu awalnya selalu
sedih tiap kali ia mendapatkan barang bekas dari kakaknya, tapi lama kelamaan ia sudah mulai terbiasa karena diapun tidak bisa memberontak ataupun protes
kepada orang tuanya karena ia takut.
Semakin dewasa umur Rus semakin tampak kecantikan
sempurna yang dimilikinya, Rus sudah
mulai gemar berdandan dan membeli alat-alat kecantikan.
“ibu, bedakku
habis”
sambil menunjukkan tempat bedak yang sudah menipis isisnya.
“iya
nanti ibu belikan Rus” ibunya menjawab seakan faham apa maksud anaknya.
“Bu,Rus
juga ingin baju baru” Rus kembali merengek kepada ibunya.
“Bukankah
dua minggu yang lalu sudah ibu belikan dua buah baju baru untukmu Rus?”
“iya tapi
sekaran baju itu sudah jelek bu, malah
sudah Rus kasikan pada Ratih,iya kan dek? Sambil berkata, Rus menatap ke arah Ratih yang sedang membersihkan dapur.
Ratihpun menjawab
“eh,ya bu”
“Ya sudah besok ibu belikan baju untukmu” ibunya
menyanggupi keinginan Rus.
Keesokan harinya ibunya datan dengan membelikan bedak dan
baju baru untuk Rus,
Rus sangat senang ketika ia mendapatkan barang-barang itu
dari ibunya.
“Terimakasih
bu,
ibu Rus memang ibu yang paling baik sejagad” Rus memuji ibunya.
“Iya
Rus,tapi jangan terlalu banyak jika menggunakn bedak,agar tidak lekas habis.
Di usianya yang sudah menginjak 17 tahun makin matang ia
di pandang oleh semua mata yang melihatnya,tak sedikit laki-laki yang tertarik
pada kecantikan yang dimiliki oleh gadis ini, bahkan dari luar kampungpun banyak laki-laki yang datang
ke rumah Rus untuk mendekatinya, ada
yang membawa banyak sekali bingkisan saat berkunjung,ada pula yang beralasan
untuk berobat kepada ayah Rus. Namun di antara mereka tidak ada yang dapat
memikat hati Rus.
Di suatu sore Rus berjalan di pinggiran sawah untuk
mecari udara segar dengan membawa bedak di tangannya, tiba-tiba tidak sengaja ia menjatuhkan bedak itu ke dalam
selokan yang tidak berair namun cukup dalam. Rus bingung bagaimana ia harus
mengambilnya.
Sesaat kemudian datang seorang pemuda yang kebetulan
lewat di dekat Rus,
segera Rus memanggil pemuda itu dan meminta tolong.
“Mas
maaf,boleh saya minta tolong?” Rus mencegat pemuda itu.
“Minta
tolong apa neng?” pemuda itu bertanya.
“Ini
mas,bedak saya jatuh ke dalam selokan tapi saya tak bias mengambilnya, bisakah
mas mengambilkan bedak saya?” Rus meminta pada pemuda itu untuk menolongnya.
“Baiklah” pemuda itu menyanggupi.
Beberapa saat setelah itu akhirnya pemuda tersebut
berhasil mengambil bedak milik Rus dari dalam selokan.
“ini neng bedaknya” sambil memberikan bedak itu kepada
Rus.
“iya mas terimakasih,kalau boleh tau nama mas siapa?”
“nama saya Rusdi neng, ya
sudah kalo begitu saya pulang dulu” pemuda itu berlalu dari hadapan Rus. Karena hari sudah mulai malam dan mataharipun sudah tak
nampak lagi Ruspun kembali ke rumah.
Sesampainya di rumah, Rus
terus terbayang wajah Rusdi yang baru saja menolongnya.
“kenapa aku terus terbayang pada lelaki itu dan kenapa rasanya dada ini bergetar sejak
tadi aku melihatnya, perasaan
apakah ini? Rus bertanya-tanya sendiri.
Setelah kejadian itu Rus merasa selalu ingin bertemu
dengan Rusdi,
setiap sore ia selalu pergi jalan-jalan ke pinggir sawah
di tempat pertama kali ia bertemu dengan pemuda itu. Rus berharap akan bertemu kembali dengan Rusdi.Beberapa
hari kemudian Rus akhirnya bertemu kembali dengan Rusdi, Rus merasa gugup tapi dia berusaha untuk memberanikan
diri menyapa pemuda itu.
“mas Rusdi kan? Rus menyapa dengan gugup.
“iya saya,neng siapa ya? Dengan sedikit bingung Rusdi
balik bertanya.
“Saya Rus mas, yang
beberapa hari yang lalu minta tolong pada mas untuk mengambilkan bedak saya
yang jatuh ke dalam selokan”. Rus
mengingatkan.
“Oh iya saya ingat,ada apa ya neng,ada yang bisa saya
bantu lagi?”
“Oh tidak mas saya hanya ingin ngobrol saja dengan mas, kalau boleh tau mas orang mana?” Rus memulai
perbincangan.
“Saya orang kampung sebelah,neng orang mana? Rusdi
kembali bertanya.
“Saya orang kampung ini mas,mas dari mana?”
“Dari rumah teman saya, neng sendiri dari mana? Sambil menatap Rus.
“Tidak dari mana-mana mas hanya mencari angin segar saja
disini” membalas tatapan
Rusdi.
“Oh, sudah malam
neng lebih baik neng pulang tidak baik disini sendirian,saya juga mau
pulang.”Rusdi menyuruh Rus untuk segera pulang.
“Iya mas, saya juga
akan pulang sekarang” akhirnya Rus menurut dan kembali ke rumahnya.
Rus benar-benar senang ketika bertemu dengan pemuda itu
lagi,
wajah Rusdi selalu terbayang-bayang di fikirannya. Dia bercerita kepada ibunya.
“ibu,beberapa
hari yang lalu Rus bertemu dengan seorang pemuda dari kampung sebelah,namanya
Rusdi,
dia membantu Rus ketika bedak Rus jatuh ke dalam selokan
di dekat sawah”
dengan semangat Rus bercerita kepada ibunya.
“Terus
kenapa Nak? Kamu suka dengan pemuda itu?” sambil tersenyum kepada Rus.
“sepertinya
begitu bu,rus merasa sangat senang ketika bertemu dengannya,dan selalu
terbayang wajahnya ketika Rus berada jauh dengannya”. Sambil matanya berbinar dan membayangkan sosok seorang
Rusdi.
Ibu Rus
hanya tersenyum melihat ekspresi wajah anaknya.
***
Setiap hari yang ada dalam perbincangan Rus kepada ibu
dan adik-adiknya yang keluar dari bibir tipisnya itu hanyalah tentang sosok
seorang Rusdi.
Rus merasa senang tiap kali memperbincangkan tentang itu
kepada orang-orang di rumahnya walaupun taka ada tanda-tanda dari Rusdi bahwa
ia memiliki ketertarikan yang sama terhadap dirinya.
Beberapa hari kemudian Rus mendengar berita bahwa Rusdi
lakai-laki yang selalu ia pikirkan ternyata akan menikah dengan perempuan yang
ternyata perempuan itu sudah dekat dengan Rusdi sejak kecil,hingga kedekatan
itu membuat mereka menjadi calon suami dan istri. Rus merasa sangat sedih mendengar berita itu,ia menangis
di kamarnya berhari-hari sampai tiba di hari pernikahan pemuda yang ia
sukai,Rus mendapat undangan pernikahan itu tapi ia enggan untuk hadir, ia memilih untuk berdian diri di rumah. Melihat keadaan anaknya ibu Rus merasa resah.
“Pak, anak kita
Rus ia saat ini sedang benar-benar sedih saya kasian pak”
Sambil
menepuk punggung suaminya.
“Kita bisa apa bu? Ya sudah biarkan saja dulu wajar saja
bila Rus seperti itu, mungkin dia hanya butuh waktu saja untuk
menerima kenyataan itu.
ayah Rus besikap santai.
“Tapi pak,saya heran kenapa banyak sekali pemuda yang
suka dan ingin menikahi Rus tapi Rus
samasekali tidak tertarik pada salah satu di antara mereka, sedangkan ketika Rus menyukai seseorang, orang itu
malah tidak memiliki perasaan yang sama terhadap Rus”
“Perlu kamu tau bu,anak kita Rus telah mendapat guna-guna
dari paranormal saingan bapak,orang itu membuat anak kita jauh jodohnya” Ayah Rus
menjelaskan itu kepada ibu Rus.
“Benarkah
pak? Terus apa yang harus kita lakukan? Apa lebih baik kita mencarikan jodoh
untunya saja?”
Ibu rus semakin resah.
“Iya bu, kita harus
carikan jodoh untuk anak kita,saat laki-laki itu mau menikahi Rus dan Ruspun
juga demikian,maka kita harus segera menikahkan mereka”
Dua bulan berlalu,tiba-tiba ada perantau datang ke desa
yang di tinggali Rus bersama keluarganya, pemuda
itu bernama Puji. Puji sengaja mampir ke rumah Rus untuk hanya sekedar
berbincang-bincang denagn ayah Rus paranormal terkenal itu. Melihat sosok
laki-laki perantau itu ibu Rus beniat untuk menjodohkannya dengan Rus,karena
mendengar cerita dari Puji bahwa ia sedang mencari calon istri karena usianya
sudah tak lagi muda,ia ingin segera menikah dengan seorang gadis. Akhirnya ibu Rus mengenalkan pemuda itu dengan Rus, dan
tak disangka ternyata Rus tertarik kepada Puji begitupun sebaliknya.
Karena sudah memiliki ketertarikan yang sama di antara
keduanya, ayah dan ibu Rus memutuskan untuk menikahkan Rus dengan Puji.
Pernikahan segera dilaksanakan walaupun tidak dengan meriah, hanya mengundang
keluarga dekat saja. Setelah pernikahan itu Puji hendak membawa Rus ke kampung
halamannya yang jauh dari tempat tinggal Rus yaitu sumatera. Pada awalnya ibu
Rus tidak mengizinkannya tapi setelah di bujuk ole puji dan Rus akhirnya ibu
Rus luluh dan mengizinkan Puji dan Rus untuk pergi.
***
Sebelas bulan kemudian terdengar berita bahwa Rus dan
puji telah memiliki seorang anak, namun beberapa hari setelah dilahirkan bayi itu meninggal dunia karena
mengidap penyakit kuning yang diderita sejak dalam kandungan. Mendengar berita
itu tanpa alasan yang jelas ibu Rus menyuruh Rus untuk kembali kerumah, tetapi
Puji tidak mengizinkan. Karena sudah tidak sabar maka ibu Rus menjemputnya ke
sumatera untuk dibawa pulang ke kampung halamannya, tetapi Puji tetap tidak
mengizinkan Rus kembali ke kampung halamannya, lalu Puji memberi dua pilihan
kepada Rus.
“Jika kamu masih ingin kuanggap sebagai istriku maka
tetaplah tinggal disini tapi jika kamu ikut ibumu pulang kamu akan saya
ceraikan”
karena
Rus takut kepada ibunya terpaksa ia mengikuti ibunya untuk pulang ke kampung
halamnnya, hari itu juga ia pergi bersama ibunya tanpa sepatah katapun terucap
dari mulutnya. Sejak ia sampai di kampung halamannya Rus tidak pernah mendengar
lagi kabar tentang suaminya, dia juga tidak pernah dihubungi lagi oleh Puji
suaminya, setiap hari Rus hanya diam dirumah, dia tidak berbicara sepatah
katapun, hanya murung dan berdiam diri di kamar, dia tidak makan apapun. Yang
menjadi makanannya setiap hari adalah selembar uang kertas yang dia rendam di
dalam gelas, menurut dia uang rendaman itu adalah jimat yang bisa membuat
pikirannya menjdi lebih tenang. Tak jarang adiknya membuang uang rendaman itu
agar Rus tak lagi meminumnya, tapi ketika Rus tahu bahwa adiknya membuang
minuman itu Rus marah besar kepada adiknya, dia berkata
“Kenapa kamu membuang air itu? Dengan
nada kesal.
“Agar kamu tidak meminum air itu lagi, karena itu
berbahaya” jelas adiknya
“Kamu tidak usah ikut campur, kamu tidak tahu apa-apa lebih
baik kamu diam” sambil mengambil sisa-sisa air rendaman itu.
Adik Rus
hanya diam mendengar perkataan kakaknya.
Semakin hari kondisi tubuh Rus semakin lemah, karena ia
tidak makan apapun kecuali air rendaman uang kertas itu, Rus mulai
sakit-sakitan, ia juga terganggu kejiwaannya.
Rus sering menangis dan kadang tertawa sendiri. Melihat
kondisi Rus yang seperti itu kedua orang tua serta adik-adiknya merasa prihatin
dan cemas,apalagi ketika melihat darah yang keluar dari mulut Rus pada saat ia
batuk. Ibu Rus segera memanggil dokter untuk memeriksa kondisi tubuh Rus,namun
dokter membawa berita buruk.
“Sepertinya
umur Rus sudah tak lama lagi,paru-parunya sudah rusak akibat sesuatu yang
selama ini ia minum,saya dengar belakangan ini Rus sering minum air rendaman
uang, kemungkinan besar itu yang membuat paru-parunya pecah hingga ia mengeluarkan
batuk darah” dokter menjelaskan kondisi Rus kepada orang tua dan kedua adik
Rus.
Semua
yang mendengar penjelasan dari dokter itu merasa sangat sedih,hingga
air matapun tak dapat mereka bendung,ayah Rus
yang merupakan paranormal terkenal itupun tidak dapat berbuat apa-apa untuk
anaknya. Lima hari kemudian akhirnya Rus menghembuskan nafas
terakhir.
No comments:
Post a Comment