Monday, February 9, 2015

Kembang Desa Si Anak Paranormal

Kembang Desa Si Anak Paranormal
(Oleh:Murti Adha Sari)


***
Rambutnya yang hitam panjang, matanya yang indah, hidungnya yang mancung, bibirnya yang tipis kemerahan, tubuhnya yang langsing, kulitnya yang putih bersih, begitu sempurna gadis ini di ciptakan oleh yang maha sempurna. Rus adalah anak kedua dari tiga bersaudara, ia adalah anak yang paling dimanja dan disayang oleh kedua orang tuanya dibandingkan dengan saudaranya yang lain, sejak kecil Rus memang mendapat perlakuan berbeda dengan kakak dan adiknya,. Rus mendapat julukan kembang desa di kampungnya.

Ayahnya yang merupakan paranormal terkenal sering memberikan hasil bayaran dari pasiennya untuk membelikan barang-barang yang Rus inginkan. Begitupun dengan ibunya, hasil dagangan ibunya selalu disisihkan sebagian untuk membelikan kebutuhan Rus.
Sedangkan adik perempuannya hanya mendapatkan barang-barang bekas yang sudah tidak dipakai oleh Rus, adik perempuan Rus yang bernama Ratna itu awalnya selalu sedih tiap kali ia mendapatkan barang bekas dari kakaknya, tapi lama kelamaan ia sudah mulai terbiasa karena diapun tidak bisa memberontak ataupun protes kepada orang tuanya karena ia takut.

Semakin dewasa umur Rus semakin tampak kecantikan sempurna yang dimilikinya, Rus sudah mulai gemar berdandan dan membeli alat-alat kecantikan.
“ibu, bedakku habis” sambil menunjukkan tempat bedak yang sudah menipis isisnya.
            “iya nanti ibu belikan Rus” ibunya menjawab seakan faham apa maksud anaknya.
            “Bu,Rus juga ingin baju baru” Rus kembali merengek kepada ibunya.
            “Bukankah dua minggu yang lalu sudah ibu belikan dua buah baju baru untukmu Rus?”
“iya tapi sekaran baju itu sudah jelek bu, malah sudah Rus kasikan pada Ratih,iya kan dek? Sambil berkata, Rus menatap ke arah Ratih yang sedang membersihkan dapur.
Ratihpun menjawab
 “eh,ya bu”
“Ya sudah besok ibu belikan baju untukmu”  ibunya menyanggupi keinginan Rus.
Keesokan harinya ibunya datan dengan membelikan bedak dan baju baru untuk Rus, Rus sangat senang ketika ia mendapatkan barang-barang itu dari ibunya.
            “Terimakasih bu, ibu Rus memang ibu yang paling baik sejagad” Rus memuji ibunya.
            “Iya Rus,tapi jangan terlalu banyak jika menggunakn bedak,agar tidak lekas habis.
           
Di usianya yang sudah menginjak 17 tahun makin matang ia di pandang oleh semua mata yang melihatnya,tak sedikit laki-laki yang tertarik pada kecantikan yang dimiliki oleh gadis ini, bahkan dari luar kampungpun banyak laki-laki yang datang ke rumah Rus untuk mendekatinya, ada yang membawa banyak sekali bingkisan saat berkunjung,ada pula yang beralasan untuk berobat kepada ayah Rus. Namun di antara mereka tidak ada yang dapat memikat hati Rus.
           
Di suatu sore Rus berjalan di pinggiran sawah untuk mecari udara segar dengan membawa bedak di tangannya, tiba-tiba tidak sengaja ia menjatuhkan bedak itu ke dalam selokan yang tidak berair namun cukup dalam. Rus bingung bagaimana ia harus mengambilnya.
Sesaat kemudian datang seorang pemuda yang kebetulan lewat di dekat Rus, segera Rus memanggil pemuda itu dan meminta tolong.
            “Mas maaf,boleh saya minta tolong?” Rus mencegat pemuda itu.
            “Minta tolong apa neng?” pemuda itu bertanya.
            “Ini mas,bedak saya jatuh ke dalam selokan tapi saya tak bias mengambilnya, bisakah
mas mengambilkan bedak saya?” Rus meminta pada pemuda itu untuk menolongnya.
“Baiklah” pemuda itu menyanggupi.
Beberapa saat setelah itu akhirnya pemuda tersebut berhasil mengambil bedak milik Rus dari dalam selokan.
“ini neng bedaknya” sambil memberikan bedak itu kepada Rus.
“iya mas terimakasih,kalau boleh tau nama mas siapa?”
“nama saya Rusdi neng, ya sudah kalo begitu saya pulang dulu” pemuda itu berlalu dari hadapan Rus. Karena hari sudah mulai malam dan mataharipun sudah tak nampak lagi Ruspun kembali ke rumah.
Sesampainya di rumah, Rus terus terbayang wajah Rusdi yang baru saja menolongnya.
“kenapa aku terus terbayang pada lelaki itu dan kenapa rasanya dada ini bergetar sejak
tadi aku melihatnya, perasaan apakah ini? Rus bertanya-tanya sendiri.

Setelah kejadian itu Rus merasa selalu ingin bertemu dengan Rusdi, setiap sore ia selalu pergi jalan-jalan ke pinggir sawah di tempat pertama kali ia bertemu dengan pemuda itu. Rus berharap akan bertemu kembali dengan Rusdi.Beberapa hari kemudian Rus akhirnya bertemu kembali dengan Rusdi, Rus merasa gugup tapi dia berusaha untuk memberanikan diri menyapa pemuda itu.
“mas Rusdi kan? Rus menyapa dengan gugup.
“iya saya,neng siapa ya? Dengan sedikit bingung Rusdi balik bertanya.
“Saya Rus mas, yang beberapa hari yang lalu minta tolong pada mas untuk mengambilkan bedak saya yang jatuh ke dalam selokan”. Rus mengingatkan.
“Oh iya saya ingat,ada apa ya neng,ada yang bisa saya bantu lagi?”
“Oh tidak mas saya hanya ingin ngobrol saja dengan mas, kalau boleh tau mas orang mana?” Rus memulai perbincangan.
“Saya orang kampung sebelah,neng orang mana? Rusdi kembali bertanya.
“Saya orang kampung ini mas,mas dari mana?”
“Dari rumah teman saya, neng sendiri dari mana? Sambil menatap Rus.
“Tidak dari mana-mana mas hanya mencari angin segar saja disini” membalas tatapan
Rusdi.
“Oh, sudah malam neng lebih baik neng pulang tidak baik disini sendirian,saya juga mau pulang.”Rusdi menyuruh Rus untuk segera pulang.
“Iya mas, saya juga akan pulang sekarang” akhirnya Rus menurut dan kembali ke rumahnya.
Rus benar-benar senang ketika bertemu dengan pemuda itu lagi, wajah Rusdi selalu terbayang-bayang di fikirannya. Dia bercerita kepada ibunya.
            “ibu,beberapa hari yang lalu Rus bertemu dengan seorang pemuda dari kampung sebelah,namanya Rusdi, dia membantu Rus ketika bedak Rus jatuh ke dalam selokan di dekat sawahdengan semangat Rus bercerita kepada ibunya.
            “Terus kenapa Nak? Kamu suka dengan pemuda itu?” sambil tersenyum kepada Rus.
            “sepertinya begitu bu,rus merasa sangat senang ketika bertemu dengannya,dan selalu terbayang wajahnya ketika Rus berada jauh dengannya”. Sambil matanya berbinar dan membayangkan sosok seorang Rusdi.
            Ibu Rus hanya tersenyum melihat ekspresi wajah anaknya.
           
***
Setiap hari yang ada dalam perbincangan Rus kepada ibu dan adik-adiknya yang keluar dari bibir tipisnya itu hanyalah tentang sosok seorang Rusdi. Rus merasa senang tiap kali memperbincangkan tentang itu kepada orang-orang di rumahnya walaupun taka ada tanda-tanda dari Rusdi bahwa ia memiliki ketertarikan yang sama terhadap dirinya.
           
Beberapa hari kemudian Rus mendengar berita bahwa Rusdi lakai-laki yang selalu ia pikirkan ternyata akan menikah dengan perempuan yang ternyata perempuan itu sudah dekat dengan Rusdi sejak kecil,hingga kedekatan itu membuat mereka menjadi calon suami dan istri. Rus merasa sangat sedih mendengar berita itu,ia menangis di kamarnya berhari-hari sampai tiba di hari pernikahan pemuda yang ia sukai,Rus mendapat undangan pernikahan itu tapi ia enggan untuk hadir, ia memilih untuk berdian diri di rumah. Melihat keadaan anaknya ibu Rus merasa resah.
“Pak, anak kita Rus ia saat ini sedang benar-benar sedih saya kasian pak”
Sambil menepuk punggung suaminya.
“Kita bisa apa bu? Ya sudah biarkan saja dulu wajar saja bila Rus seperti itu, mungkin dia hanya butuh waktu saja untuk menerima kenyataan itu.
ayah Rus besikap santai.
“Tapi pak,saya heran kenapa banyak sekali pemuda yang suka dan ingin menikahi Rus tapi Rus samasekali tidak tertarik pada salah satu di antara mereka, sedangkan ketika Rus menyukai seseorangorang itu malah tidak memiliki perasaan yang sama terhadap Rus”
“Perlu kamu tau bu,anak kita Rus telah mendapat guna-guna dari paranormal saingan bapak,orang itu membuat anak kita jauh jodohnya”  Ayah Rus menjelaskan itu kepada ibu Rus.
            “Benarkah pak? Terus apa yang harus kita lakukan? Apa lebih baik kita mencarikan jodoh untunya saja?Ibu rus semakin resah.
            “Iya bu, kita harus carikan jodoh untuk anak kita,saat laki-laki itu mau menikahi Rus dan Ruspun juga demikian,maka kita harus segera menikahkan mereka”
           
Dua bulan berlalu,tiba-tiba ada perantau datang ke desa yang di tinggali Rus bersama keluarganya, pemuda itu bernama Puji. Puji sengaja mampir ke rumah Rus untuk hanya sekedar berbincang-bincang denagn ayah Rus paranormal terkenal itu. Melihat sosok laki-laki perantau itu ibu Rus beniat untuk menjodohkannya dengan Rus,karena mendengar cerita dari Puji bahwa ia sedang mencari calon istri karena usianya sudah tak lagi muda,ia ingin segera menikah dengan seorang gadis. Akhirnya ibu Rus mengenalkan pemuda itu dengan Rus, dan tak disangka ternyata Rus tertarik kepada Puji begitupun sebaliknya.
           
Karena sudah memiliki ketertarikan yang sama di antara keduanya, ayah dan ibu Rus memutuskan untuk menikahkan Rus dengan Puji. Pernikahan segera dilaksanakan walaupun tidak dengan meriah, hanya mengundang keluarga dekat saja. Setelah pernikahan itu Puji hendak membawa Rus ke kampung halamannya yang jauh dari tempat tinggal Rus yaitu sumatera. Pada awalnya ibu Rus tidak mengizinkannya tapi setelah di bujuk ole puji dan Rus akhirnya ibu Rus luluh dan mengizinkan Puji dan Rus untuk pergi.
           
***
Sebelas bulan kemudian terdengar berita bahwa Rus dan puji telah memiliki seorang anak, namun beberapa hari setelah  dilahirkan bayi itu meninggal dunia karena mengidap penyakit kuning yang diderita sejak dalam kandungan. Mendengar berita itu tanpa alasan yang jelas ibu Rus menyuruh Rus untuk kembali kerumah, tetapi Puji tidak mengizinkan. Karena sudah tidak sabar maka ibu Rus menjemputnya ke sumatera untuk dibawa pulang ke kampung halamannya, tetapi Puji tetap tidak mengizinkan Rus kembali ke kampung halamannya, lalu Puji memberi dua pilihan kepada Rus.
            “Jika kamu masih ingin kuanggap sebagai istriku maka tetaplah tinggal disini tapi jika kamu ikut ibumu pulang kamu akan saya ceraikan”
            karena Rus takut kepada ibunya terpaksa ia mengikuti ibunya untuk pulang ke kampung halamnnya, hari itu juga ia pergi bersama ibunya tanpa sepatah katapun terucap dari mulutnya. Sejak ia sampai di kampung halamannya Rus tidak pernah mendengar lagi kabar tentang suaminya, dia juga tidak pernah dihubungi lagi oleh Puji suaminya, setiap hari Rus hanya diam dirumah, dia tidak berbicara sepatah katapun, hanya murung dan berdiam diri di kamar, dia tidak makan apapun. Yang menjadi makanannya setiap hari adalah selembar uang kertas yang dia rendam di dalam gelas, menurut dia uang rendaman itu adalah jimat yang bisa membuat pikirannya menjdi lebih tenang. Tak jarang adiknya membuang uang rendaman itu agar Rus tak lagi meminumnya, tapi ketika Rus tahu bahwa adiknya membuang minuman itu Rus marah besar kepada adiknya, dia berkata
            “Kenapa kamu membuang air itu? Dengan nada kesal.
            “Agar kamu tidak meminum air itu lagi, karena itu berbahaya” jelas adiknya
            “Kamu tidak usah ikut campur, kamu tidak tahu apa-apa lebih baik kamu diam” sambil mengambil sisa-sisa air rendaman itu.
            Adik Rus hanya diam mendengar perkataan kakaknya.
           
Semakin hari kondisi tubuh Rus semakin lemah, karena ia tidak makan apapun kecuali air rendaman uang kertas itu, Rus mulai sakit-sakitan, ia juga terganggu kejiwaannya.
Rus sering menangis dan kadang tertawa sendiri. Melihat kondisi Rus yang seperti itu kedua orang tua serta adik-adiknya merasa prihatin dan cemas,apalagi ketika melihat darah yang keluar dari mulut Rus pada saat ia batuk. Ibu Rus segera memanggil dokter untuk memeriksa kondisi tubuh Rus,namun dokter membawa berita buruk.
            “Sepertinya umur Rus sudah tak lama lagi,paru-parunya sudah rusak akibat sesuatu yang selama ini ia minum,saya dengar belakangan ini Rus sering minum air rendaman uang, kemungkinan besar itu yang membuat paru-parunya pecah hingga ia mengeluarkan batuk darah” dokter menjelaskan kondisi Rus kepada orang tua dan kedua adik Rus.

            Semua yang mendengar penjelasan dari dokter itu merasa sangat sedih,hingga air matapun tak dapat mereka bendung,ayah Rus yang merupakan paranormal terkenal itupun tidak dapat berbuat apa-apa untuk anaknya. Lima hari kemudian akhirnya Rus menghembuskan nafas terakhir.

No comments:

Post a Comment